Walah kalo kita baca judulnya jadi ingat film Jelangkung
yang dulu pernah dibuat sama Rizal Mantovani. Iya memang benar, film ini
mengambil nama salah satu karakter hantu yang ada dalam film Jelangkung yang
bernama Suster N atau Dendam Suster Ngesot.
Film garapan sutradara wanita, Viva Westi ini menceritakan tentang seorang
wanita bernama Sarah (Atiqah Hasiholan) yang mendapatkan warisan berupa rumah
panti jompo di daerah Tanah Pasundan yang dibangun sejak jaman Belanda.
Sarah yang bersuamikan Jonathan (Bob Seven) akhirnya meninggali kembali rumah
panti jompo tersebut dan berniat untuk membuka kembali panti jompo peninggalan
Nenek sarah yang bernama Rose (Dominique Sandra).
Seorang perawat bernama Wulan (Wulan Guritno) yang tinggal tidak jauh dari
panti, menawarkan jasanya untuk membantu di villa Rose tersebut. Belum lama
Sarah dan suaminya tinggal di villa itu, datanglah Maya (Ardina Rasti), adik
dari Jonathan. Keganjilan mulai hadir sejak panti tersebut mulai dibuka.
Beberapa penghuni panti Rose tersebut meninggal secara misterus, bahkan
seakan-akan kematian yang terjadi memang sudah direncanakan. Siapakah dalang
dari pembunuhan penghuni panti Rose ini? Lalu apa hubungan dengan hadirnya
hantu Suster Ngesot ini dengan pembunuhan berantai tersebut?
Ya begitulah penggalan cerita yang dapat diambil dari film produksi Virgo
Putra Film ini. Syamarhan yang menjabat sebagai penulis skenario dan ide cerita
film Suster N ini membawa kita bernostalgia dengan setting pada jaman Belanda. Di mana
kesan angker bisa kita rasakan dari bangunan tua villa tersebut. Tapi sayang kesan
angker ini lenyap begitu saja ketika kita melihat banyaknya lampu terang di tempat
yang harusnya gelap.
Belum lagi kehadiran sosok hantu Suster N-nya yang kalo gue bilang engga ada
momen-momen yang menegangkan kehadirannya, dan lucunya… “oh segitu doang tuh
yang dibilang serem!” Harusnya kan
bisa lebih ngagetin, atau minimal kita tegang ketika hantu itu nongol.
Dari sisi teknik pengambilan gambar dan editting Suster N
ini bisa dibilang “Juara”! Gimana engga? Banyak adegan yang sepertinya putus sebelum
waktunya. Duhhh masa sutradaranya engga sadar sih dengan hal kecil kaya gini? Makin
jelek aja deh kualitas film Indonesia
kalo kaya gini caranya.
Untuk porsi akting gue engga bisa bilang banyak, keburu kesel dengan
hal-hal yang di atas tadi. Tapi yang jelas jalan cerita film Suster N ini memang
sederhana, (mirip film Hollywood The Others) tapi engga sama-sama banget
sih, ya itu dia tadi jalan ceritanya mau dibikin bingungin tapi malah jadi
biasa banget.
Overall: film ini merupakan kerja keras yang bisa dibilang
cukup keras. Karena bikin film itu memang engga gampang, apalagi kalo ini
merupakan film perdana. Jadi wajar kalo produksi film Suster N ini kurang
maksimal. Mungkin selanjutnya, Westi bisa ngasih kita sebuah kejutan dan horor yang
benar-benar ngena buat kita. Sekali lagi, gue engga pernah bilang film Indonesia
jelek. Tapi gue bilangnya itu masih kurang maksimal. Kurang maksimalnya ya dibiaya
kalo engga salah...kalo engga salah lho :) (AF)