20 September 2007
Film layar lebar pertama karya sutradara Viva Westi, Suster
N, akan beredar di bioskop
seluruh Indonesia
mulai tanggal 25 Oktober 2007. Film ini dibintangi paduan artis muda berbakat
seperti Wulan Guritno, Atiqah Hasiholan, Ardina Rasti dan Bob Seven dengan para artis senior yang
sudah tak diragukan lagi kualitas aktingnya yaitu Ade Irawan, Ratna Riantiarno,
Jajang C Noer, Titi Qadarsih, Mila Karmila,
HIM Damsjik, dan Henky Solaiman.
Dalam film ini muncul juga artis Dominique
Sandra yang telah lama beristirahat dari dunia akting, serta kemunculan
khusus bintang cantik Letizia yang
berperan sebagai si hantu. Film layar lebar ini adalah produksi ke-68 PT Virgo Putra Film yang sebelumnya
menghasilkan antara lain Cinta Dibalik Noda (1984), hingga Realita
Cinta dan Rock N Roll (2005).
Suster N adalah sebuah film horror yang mengambil salah satu
dari sekian versi kisah mengenai dendam hantu Suster Ngesot yang beredar di masyarakat. Pemilihan judul yang
ditetapkan sejak bulan Januari 2007 dengan memakai huruf N tersebut memang disengaja untuk memberikan pertimbangan artistik
dan efek misterius yang menggoda rasa ingin tahu pemirsa. Huruf N dalam film ini kemudian menjadi kunci
karena merupakan inisial nama seorang perawat dari jaman pendudukan Belanda di
sebuah vila pinggiran kota
Bandung, awal
mula kisah film ini berasal.
Keistimewaan film Suster N adalah pendekatan yang
dilakukan untuk film ini yang tidak sepenuhnya mengikuti pakem komersil film
horor pada umumnya, di mana seringkali dituding vulgar lantaran kurang optimal
memberikan ruang pada dukungan artistiknya. Dalam film Suster N, pengambilan
gambar dilakukan dengan waktu yang lebih lama untuk memberikan akurasi
sudut-sudut pengambilan gambar yang cenderung tidak biasa. Sutradara Viva Westi dan Director of Photography Regina
Anindita secara kompak memberi sentuhan yang lebih `feminin` dengan cukup
dominan di sini.
Perlu juga diketengahkan bahwa persiapan film ini
berlangsung cukup maksimal dalam waktu yang memadai. Dibandingkan film layar
lebar sejenis yang dibuat secara instan, film Suster N dibuat dengan
perencanaan yang cukup matang. Masa persiapan (pre-production) berlangsung selama 3 bulan lebih.
Lamanya waktu yang dibutuhkan selama merancang film ini terutama untuk
kepentingan riset dari tim artistik (misalnya riset mengenai busana seragam
perawat pada jaman pendudukan Belanda yang ternyata tidak selalu berwarna
putih, melainkan juga berwarna kuat seperti merah marun dan bahkan hitam) dan
penggarapan lokasi yang cukup terpencil, yaitu di sebuah bangunan tua di puncak
bukit, di kota
Subang, Jawa Barat.
Penggarapan desain kostum dan memorabilia dari jaman pendudukan Belanda yang
menjadi setting dari film ini dilakukan oleh seniman-seniman muda dari Institut
Kesenian Jakarta. Dalam film ini aktris Ardina Rasti yang berperan sebagai
gadis indigo dengan fenomena sixth sense
ditampilkan dengan kostum bergaya gothic
yang seru dan sangat khas, menyolok mata. Sedangkan Wulan Guritno yang berperan sebagai perawat dirancangkan beberapa
seragam perawat dari jaman pendudukan Belanda yang terdiri dari beberapa warna,
lengkap dengan aksesori pendukungnya yang khas seperti sepatu boot dan tata
rambut kemerahan untuk memberi efek kebelandaan tersebut.
Proses pengambilan gambar juga berlangsung selama sekitar
satu bulan, jangka waktu yang cukup memadai (bila dibandingkan dengan film-film
sejenis yang masa syutingnya hanya sekitar sepekan saja). Demikian juga
kegiatan Post Production-nya antara
lain; penataan musik, sound effect,
dan editing dilakukan secara memadai dan tidak diburu-buru oleh tenggat waktu
`kejar tayang`.
|